Dalam merancang tata ruang rumah sakit, pemilihan material gorden sekat (tirai pembatas) sering kali membingungkan. Dua material yang paling populer di pasaran adalah Full PVC (Plastik) dan Kain Fabric (Tekstil Polyester). Kedua bahan ini memiliki karakteristik, kelebihan, dan penempatan yang berbeda sesuai kebutuhan klinis.
1. Gorden Bahan Full PVC
Gorden berbahan 100% PVC biasanya digunakan untuk ruangan dengan risiko kontaminasi cairan yang tinggi, seperti Ruang Gawat Darurat (UGD), ruang bersalin, atau ruang operasi.
- Kelebihan: Sangat mudah dibersihkan. Jika terkena noda darah, obat, atau cairan tubuh, petugas cukup menyemprotkan disinfektan dan menyekanya hingga bersih tanpa perlu mencopot gorden. Bahan ini juga antiair dan antibakteri.
- Kekurangan: Terasa kaku dan memberikan kesan atmosfer yang sangat dingin atau kaku pada ruangan.
2. Gorden Bahan Kain Fabric (Polyester Berstandar Medis)
Gorden jenis ini dibuat dari serat kain yang telah diolah dengan teknologi anti-bakteri dan anti-api (flame retardant). Biasanya diaplikasikan pada ruang rawat inap reguler, ruang ICU, atau poli rawat jalan.
- Kelebihan: Memberikan kesan yang lebih hangat, nyaman, dan tidak kaku (seperti di rumah sendiri), yang secara psikologis membantu ketenangan pasien. Kain ini juga memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, terutama jika dilengkapi dengan jaring-jaring (mesh) di bagian atasnya.
- Kekurangan: Memerlukan proses pencucian berkala menggunakan mesin cuci khusus jika terkena kotoran berat.