Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan tingkat pertama memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan medis yang aman, nyaman, dan manusiawi. Salah satu unsur penting dalam menunjang kualitas layanan tersebut adalah penggunaan tirai sebagai bagian dari fasilitas penunjang di berbagai ruang pelayanan. Meskipun terkesan sederhana, tirai memainkan peranan krusial dalam menjaga kerahasiaan pasien, kebersihan lingkungan, dan efisiensi ruang.

Dalam praktiknya, banyak ruang di Puskesmas yang bersifat terbuka atau semi terbuka. Hal ini menjadikan kebutuhan akan pemisahan ruang menjadi sangat penting, terutama untuk menjaga etika dan privasi pasien. Tirai menjadi solusi yang praktis dan fleksibel. Dibandingkan dengan membangun sekat permanen, penggunaan tirai jauh lebih ekonomis, mudah dipasang, serta bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan.
Jenis tirai yang umum digunakan di Puskesmas adalah tirai cubicle. Tirai ini biasanya digantung pada rel plafon dan digunakan di ruang rawat inap, ruang pemeriksaan umum, atau ruang bersalin. Bahan tirai yang digunakan pun tidak boleh sembarangan. Umumnya, dipilih bahan yang bersifat tidak tembus pandang, tahan air, dan anti bakteri, sehingga sesuai dengan standar higienitas ruang medis.
Tidak hanya di ruang pasien, tirai juga berfungsi di ruang mandi atau toilet pasien, di mana digunakan tirai shower yang tahan air dan mudah dibersihkan. Selain itu, untuk bagian jendela di ruang tunggu, banyak Puskesmas mulai menggunakan vertical blind atau roller blind yang memberi kesan modern dan rapi sekaligus mengatur pencahayaan alami di dalam ruangan.